Pemuda Bersumpah

Dua puluh Delapan Oktober Sebagai momentum atau sebuah peristiwa yang menandakan, bangsa Indonesia lahir atas gerakan pemuda. Sehingga dideklarasikan sebagai hari "Sumpah Pemuda", sebuah bahasa yang sakral. Untuk itu dibuktikan dengan pemuda berhasil merebut kemerdekaan Bangsa Indonesia dari tangan penjajahan. Kemudian pemuda berhasil kembali  melengserkan Rezim Diktatoris  (Soeharto) yang berkuasa 31 tahun. Sebuah bukti sejarah bahwa, Pemuda sebagai lokomotif pembaharuan kita semua mengakui itu. Terlepas dari itu tujuan dari sejarah bukan hanya menceritakan riwayat atau kronologi, tapi seharusnya mengantarkan sehingga bisa lebih tinggi lagi dari sebelumnya. Sama persis seperti di katakan seorang sajarawan muslim atau Bapak pendiri ilmu historiografi yang lebih akrab di kenal;("Ibnu Khaldun") "Sejarah adalah sebuah perjalanan maka berjalanlah untuk menciptakan sejarah". Ini sama persis dengan keeksitensi sebagai manusia (Pemuda), eksistensi sendiri penekanan mengenai keberadaan atau sesuatu yang ril oleh karena itu bagi "Soren kierkegeard". Manusia di anggap ada jika dia bergerak atau melakukan aktivitas. Karena secera realitas manusia memiliki dua klasifikasi ada dan tidak ada, tidak ada bagi kierkegeard karena secara objektifikasi manusia tidak ada secara ril yang ada hanya orang-orang atau si A-B dan C. Sehingga penekanan kierkegeard manusia bukan di lihat dari keberadaannya.

Perkembangan pemikiran dari waktu ke waktu terus mengalami perubahan baik gerakan pemuda, tentunya hal itu tidak lepas dari keinginan manusia yang selalu menginginkan sebuah perubahan
karena bertambahnya persoalan dan juga kebutuhan. Kalau kita kembali pada masa terdahulu tentunya tidak mengherankan lagi terhadap sebuah perkembangan dalam berbagai ranah kehidupan, terlebih lagi dalam gerakan pemuda masa lalu. Kehidupan terus berputar dan berkembang seiring dengan semakin bertambahnya manusia menyebabkan kehilangan Identitas diri sebagai pemuda. Mengapa hal itu dapat terjadi? Itu di sebabkan karena pemuda kehilangan pemaknaan tentang identitasnya sebagai pemuda. Lalu apakah identitas itu? Tak lain dan tak bukan bahwa identitas itu ialah pemuda telah di takdirkan dalam sejarah sebagai pelopornya, penggeraknya, atau agennya perubahan.

Jelas yang menjadi penyebab awal mundurnya gerakan pemuda hari ini yakni, terobsesi dan merasa bangga dengan sejarah. Inilah salah satu hasil dari pendidikan kita hari ini, entah pelajaran sejarah yang membosankan atau guru(Dosen) yang tidak tau cara mengajar namun bergairah meledeki siswa atau mahasiswa yang jarang aktif. Ataukah kampus yang menjadi ruang pengetahuan beralih ke versi sel penjara. Ketika permasalahan terletak pada pendidikan seharusnya Sebagai pemuda merdeka harus berani keluar dari penjara kampus. Sehingga tidak kontradiktif dengan apa yang diikrarkan (sumpah), lalu apa arti dari sumpah? Apakah hanya sebatas ucapan tanpa ada gerakan. Sumpah dan gerakan merupakan satu-kesatuan diibaratkan seperti kaki kiri dan kanan, tidak ada yang paling unggul saat berjalan. Ketika kehilangan salah satu pasti lambat saat berjalan dan mengingkari salah satu organ tubuh manusia.

Tulisan ini hanya sebatas refleksi diri, tidak ada maksud untuk menghakimi. Sebab kebenaran bukan hanya dimiliki manusia yang bergerak, tapi mengingkari janji adalah sebuah kesalahan.

Itu saja
Makasih

 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Harus Rindu

Laki-laki Bicara Perempuan