KETUM HMI Cab.Pasuruan Terlalu Agresif Dalam Kepemimpinan
Sebagai pengantar para pembaca
Saya bukan bagian dari oposisi di waktu KONFERCAB yang di lakukan setahun yang lalu !
Tapi ini salah satu kritik yang seharusnya tidak pantas ketika saya publikasikan di media, kenapa karena sebuah problem di internal cabang seharusnya menyelesaikan di cabang sendiri. Tapi bagi saya ketika tidak dipublikasikan menjadi salah satu alternatif.
Kenapa saya berani mengatakan hal demikian kepada pimpinan cabang, walaupun sampai hari sumbangsi saya masi kurang di cabang, tapi ini bukan satu hal yang mendasar ketika melakukan sebuah kritikan.
Sebab esensi seorang kader Himpunan dia mempunyai hak untuk menegur ketika menemukan sebuah problem baik internal dan external.
Problem internal cabang yang terjadi hari ini semakin minimnya keaktifan kader, ini bukan lagi mungkin sebagian kader masi sibuk dengan dunia kampus, tapi itu tidak mungkin. Kenapa demikian sebab tidak pernah saya temukan seorang kader ketika selasai berikrar lantas tidak pernah sumbangsi di Himpunan,akan tetapi dia mempunyai yang namanya beban ketika mengingat ikrar yang di ucapkan maka otomatis bisa membagi waktu baik itu kampus dan organisasi (Himpunan).
Justru problem semacam ini pimpinan cabang (KETUM) bisa menjadi bahan koreksi ada apa dengan kader - kader saya, tapi sampai hari ini pimpinan cabang(KETUM) terlalu gengsi dalam melakukan hal semacam ini.
Malah lebih mengedepankan dan inggin menyamakan dengan cabang- cabang lain itulah saya berani katakan KETUM TERLALU AGRESIF
Cobalah kembali melihat dari pimpinan sebelumnya tidak pernah ada hal-hal semacam ini.
Sebagai tekanan terakhir jangan terlalu gengsi melakukan hal sekecil apapun yang terpenting demi kebaikan kader.
Wassalam.
Hamdi Ahmad
Kader HMI Cab. Pasuruan
Saya bukan bagian dari oposisi di waktu KONFERCAB yang di lakukan setahun yang lalu !
Tapi ini salah satu kritik yang seharusnya tidak pantas ketika saya publikasikan di media, kenapa karena sebuah problem di internal cabang seharusnya menyelesaikan di cabang sendiri. Tapi bagi saya ketika tidak dipublikasikan menjadi salah satu alternatif.
Kenapa saya berani mengatakan hal demikian kepada pimpinan cabang, walaupun sampai hari sumbangsi saya masi kurang di cabang, tapi ini bukan satu hal yang mendasar ketika melakukan sebuah kritikan.
Sebab esensi seorang kader Himpunan dia mempunyai hak untuk menegur ketika menemukan sebuah problem baik internal dan external.
Problem internal cabang yang terjadi hari ini semakin minimnya keaktifan kader, ini bukan lagi mungkin sebagian kader masi sibuk dengan dunia kampus, tapi itu tidak mungkin. Kenapa demikian sebab tidak pernah saya temukan seorang kader ketika selasai berikrar lantas tidak pernah sumbangsi di Himpunan,akan tetapi dia mempunyai yang namanya beban ketika mengingat ikrar yang di ucapkan maka otomatis bisa membagi waktu baik itu kampus dan organisasi (Himpunan).
Justru problem semacam ini pimpinan cabang (KETUM) bisa menjadi bahan koreksi ada apa dengan kader - kader saya, tapi sampai hari ini pimpinan cabang(KETUM) terlalu gengsi dalam melakukan hal semacam ini.
Malah lebih mengedepankan dan inggin menyamakan dengan cabang- cabang lain itulah saya berani katakan KETUM TERLALU AGRESIF
Cobalah kembali melihat dari pimpinan sebelumnya tidak pernah ada hal-hal semacam ini.
Sebagai tekanan terakhir jangan terlalu gengsi melakukan hal sekecil apapun yang terpenting demi kebaikan kader.
Wassalam.
Hamdi Ahmad
Kader HMI Cab. Pasuruan

Teruslah berproses adinda..
BalasHapusSiap abng ku
HapusMkasi bnyak atas dikannya.
Mantap ranjho, sebagai kader HMI wajib berkomentar jika itu salah,.
BalasHapusSiap kanda
HapusJika slah tegur lah jangan menghindar